Sejarah Pengertian Metode Sam'iyah Syafahiyah (Bahasa Arab) ~ SMA DARUSY SYAFAAH KOTAGAJAH

Sejarah Pengertian Metode Sam'iyah Syafahiyah (Bahasa Arab)


 

Sejarah singkat tentang metode Sam’iyyah Syafahiyah



Latar belakang sejarah tentang metode Sam’iyyah Syafahiyah atau  audio lingual seperti yang diungkapkan Tarigan (1991: 125) bahwa pada tahun 1939 Universitas Michigan mengembangkan institut bahasa Inggris pertama di Amerika Serikat, yang mengkhususkan diri dalam pelatihan guru-guru bahasa Inggris sebagai bahasa asing dan dalam pelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau bahasa asing.

Direktur lembaga tersebut, Charles Fries, memang terlatih dalam linguistik struktural, dan beliau menerapkan prinsip-prinsip linguistik struktural itu pada pengajar-pengajar bahasa. Universitas Michigan bukanlah satu-satunya universitas yang terlihat dalam pengembangan kursus-kursus dan bahan-bahan bagi pengajaran bahasa Inggris. Sejumlah program yang sama lainnya pun diadakan, beberapa diantaranya adalah Universitas Georgetown dan Universitas Amerika di Washington D.C. dan di Universitas Texas, Austin.

Munculnya Metode Sam’iyyah Syafahiyah atau Audiolingual merupakan akibat dari besarnya perhatian yang diberikan kepada pengajaran bahasa asing di Amerika Serikat sampai akhir tahun 1950-an. Perlunya suatu perubahan radikal dan pemikiran kembali metodologi pengajaran bahasa asing (yang kebanyakan masih ada kaitannya dengan Reading Method) justru didorong oleh peluncuran satelit Rusia yang pertama pada tahun 1957. Pemerintah Amerika Serikat mengikuti perlunya upaya yang lebih intensif untuk mengajarkan bahasa-bahasa asing untuk melindungi Amerika dari keterasingan kemajuan ilmiah yang dibuat di negara-negara lain[1].

Pengertian Metode Sam’iyyah Syafahiyah

Sebelumnya akan kami jelaskan terlebih dahulu apa itu metode? Secara bahasa Metode berasal dari Bahasa Yunani “Methodos’’ yang berarti cara atau jalan yang ditempuh yaitu berasal dari kata 'met' dan 'hodes' yang berarti melalui[1].

Sedangkan secara istilah adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki[2].



Menurut Acep Hermawan metode adalah tingkat perencanaan progam yang bersifat menyeluruh yang berhubungan erat dengan langkah-langkah penyampaian materi pelajaran secara prosedural, tidak saling bertentangan, dan tidak bertentangan dengan pendekatan[3].

Sedangkan Sam’iyyah Syafahiyah secara etimologi berasal dari bahasa Arab yaitu sami’a yasma’u sam’an[4] dengan tambahan ya’ nasab yang memiliki arti mendengar. Adapun Syafahiyah berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti yang dibibir, dimulut, atau dengan lisan[5].

Jadi metode Sam’iyyah Syafahiyah adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan pembelajaran bahasa Arab agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki dengan  cara mendengarkan dan berbicara.

Dengan metode ini praktek-praktek penggunaan bahasa arab lebih ditekankan dan lebih banyak menggunakan kosakata-kosakata dan berbentuk muhawarah.

Secara singkat penggunaan metode Sam’iyyah Syafahiyah, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1.    Metode ini berangkat dari gambaran bahwa bahasa adalah seperangkat simbol-simbol suara yang dikenal oleh anggota masyarakat untuk mengadakan komunikasi diantara mereka. Maka tujuan pokok pembelajaran bahasa adalah memberi bekal kemampuan bagi selain penutur arab agar mampu berkomunikasi aktif dengan penutur arab dengan berbagai keterampilan dan dalam berbagai situasi.

2.    Guru dalam mengajarkan keterampilan bahasa mengikuti urutan asli pemerolehan bahasa pertama yaitu dari keterampilan mendengar dahulu baru kemudian menirukan pembicaraan dan mengucapkan kata-kata, membaca dan terakhir mmenulisnya. Jadi urutan empat keterampilan bahasa menurut metode ini adalah dimulai dari istima’, kalam, qiro’ah, kitabah.

3.    Metode ini didasarkan pada pandangan ahli Antropologi kebudayaan. Bahwasanya budaya bukanlah sekedar bentuk seni atau sastra akan tetapi budaya merupakan gaya hidup yang melingkupi kehidupan suatu kelompok yang berbicara dengan bahasa mereka. Oleh sebab itu metode ini lebih banyak mengajarkan tentang percakapan yang berlangsung seputar kebiasaan hidup yang melingkupi manusia, seperti tentang makan, menyampaikan ucapan selamat, bepergian, pernikahan dan berbagai macam bentuk kebudayaan[6].

#AliGp@SMADA Cerdas INovatif Taqwa Aktif




[2] Dinas Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, Edisi Keempat, Cet.I, (Jakarta: PT Gramedi Pustaka Utama, 2008), Hal.

[3] Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, cet.II, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset, 2011), hal. 168

[4]  Mahmud Yunus, Kamus Arab-Indonesia, (Jakarta: PT. Mahmud Yunus Wadzuriyah), hal. 179

[5] Ibid, hal. 200

[6] Bisri Musthofa dan M. Abdul Hamid, Metode dan Strategi Pembelajarn Bahasa Arab, Cet. II, (Malang: UIN-MALIKI PRESS, 2012), hal. 47-48



[1] Bisri Mustofa. Abdul Hamid, Metode & Strategi Pembelajaran Bahasa Arab. (Malang: UIN-MALIKI PRESS. 2012). Hlm 42