Keutamaan Amal jariyah

KEUTAMAAN AMAL JARIYAH DAN SODAQOH


 


A. Pengertian Amal Jariyah.

Amal jariyah dalam bahasa arab berarti amal yang mengalir yaitu Amal perbuatan baik yang mendatangkan pahala bagi yang melakukannya, meskipun ia telah berada di akhirat/meninggal dunia. 

Di sinilah kelebihan amal jariah dibanding amal-amal lain yang hanya diberi balasan sekali dalam satu perbuatan.


Oleh karena itu salah satu cara agar amal kita bermanfaat kepada orang lain serta pahala terus mengalir salah satunya dengan menginfakkan sebagian hartanya untuk jalan Allah SWT yaitu jariyah. Allah SWT berfirman,


لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ


Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya (QS. Ali- Imran ayat 92).


Pahala yang tak akan pernah putus ialah amalan yang kita lakukan atas dasar ridho Allah SWT. Berdasarkan hadis Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,


إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ

“Jika anak keturunan Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga hal, yaitu 

1). Sedekah jariyah, 

2). ilmu yang diambil manfaatnya

3). Anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya .” (HR. Muslim no. 1631)


Yang dimaksud tiga amalan yang tidak terputus pahalanya:

1). Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, lembaga pendidikan/sekolahan, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah.

2). Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.

3). Anak yang sholeh karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. 

Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, orang tuanya mendapatkan pahala meskipun orang tuanya sudah meninggal dunia.

 

Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda,


إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ


“Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia meninggal dunia yaitu :

1). Ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan.

2). Anak shalih yang ia tinggalkan.

3). Mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan.

4). Masjid yang ia bangun. 

5). Membangun rumah bagi ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan) yang ia bangun/pondok pesantren /tempat pendididikan 

6). Sungai yang ia alirkan.

7). Sedekah yang ia keluarkan dari harta ketika ia sehat dan hidup. Semua itu akan dikaitkan dengannya setelah ia mati.” (HR. Ibnu Majah, no. 242; Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan dihasankan oleh Al-Mundziri)


Nabi bersabda lagi 

عَنْ أَنَسٍ رَ ضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ : سَبْعٌ يَجْرِي لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا أَوْ أَجْرَى نَهْرًا أَوْ حَفَرَ بِئْرًا أَوْ غَرَسَ نَخْلاً أَوْ بَنَى مَسْجِدًا أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ


Dari Anas Radhiyallahu anhu, beliau mengatakan, ” Rasûlullâh Shaallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) : Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu, mengalirkan sungai, menggali sumur, menanamkan kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.


Keterangan :

1). Keutamaan mengajarkan ilmu yaitu termasuk menjadi umat pilihan atau umat terbaik sebagaimana firman Alloh 

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar.” (QS. Ali Imran: 110).


Nabi bersabda 

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .


“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya


Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,


مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893


2). Keutamaan Masjid yang ia bangun. Nabi SAW bersabda 


مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِى الْجَنَّةِ مِثْلَهُ


“Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari no. 450 dan Muslim no. 533).


Dari Anas RA, Nabi SAW bersabda,


لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَاهَى النَّاسُ فِى الْمَسَاجِدِ


“Kiamat tidaklah terjadi hingga manusia berbangga-bangga dalam membangun masjid” (HR. Abu Daud no. 449, Ibnu Majah no. 739, An-Nasa’i no. Ahmad 19: 372.


Dalam hadis lain nabi Muhammad bersabda 

قال ابن العربي: من سعة كرم الله تعالى أن يثيب على ما بعد الحياة كما يثيب على ذلك في الحياة وذلك في ستة: صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له، أو غرس، أو زرع، أو الرباط


Artinya; Ibnu al-‘Arabi berkata: “Sebagaian dari luasnya kedermawanan Allah swt adalah bahwa Dia akan memberi pahala kepada orang yang telah meninggal sebagaimana pemberian yang diberikan kepadanya ketika masih hidup. Hal itu berlaku dalam enam hal yaitu :

1). Sedekah jariyah, 

2). Ilmu yang masih dimanfaatkan oleh orang lain, 

3). Anak shaleh yang bersedia mendo’akannya,

4). Menanam pohon (mengadakan penghijauan), 

5). menanam benih di ladang/kebun

6). Menyediakan tempat untuk kaum dhuafa’.”


B. Keutamaan Amal Jariyah dan sodakoh 

1. Amalan jariayah seperti sedekah dapat melipatgandakan pahala

Allah SWT berfirman:


مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ


“Perumpamaan orang -orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai:tumbuh seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al- Baqarah ayat 261)


2. Allah SWT akan menghapus kesalahan dan dosa. Allah SWT berfirman:

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ


Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Al- Baqarah: 271)


3. Dapat menutup pintu keburukan dan membuka pintu kebaikan

ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺍﻟﺼَّﺪَﻗَﺔُ ﺗَﺴُﺪُّ ﺳَﺒْﻌِﻴْﻦَ ﺑَﺎﺑًﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴُّﻮﺀِ 

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sedekah itu bisa menutup 70 pintu keburukan” 

ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺍﻟﺼَّﺪَﻗَﺔُ ﺗَﺮُﺩُّ ﺍﻟﺒَﻼَﺀ ﻭَﺗُﻄَﻮِّﻝُ ﺍﻟﻌُﻤْﺮَ 


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sedekah itu menolak bala dan memanjangkan umur.


ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺍﻟﺼَّﺪَﻗَﺔُ ﺗَﻤْﻨَﻊُ ﻣِﻴﺘَﺔَ ﺍﻟﺴُّﻮﺀِ 

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sedekah itu bisa menolak mati buruk”. 

ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺻَﺪَﻗَﺔُ ﺍﻟﺴِّﺮِّ ﺗُﻄْﻔِﻰﺀُ ﻏَﻀَﺐَ ﺍﻟﺮَّﺏِّ ﻭَﺻَﺪَﻗَﺔُ ﺍﻟﻌَﻼَﻧِﻴَﺔِ ﺟُﻨَّﺔٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭ 


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sedekah sirri (secara rahasia) memadamkan murka Allah SWT dan sedekah secara terang-terangan merupakan perisai dari neraka”.

ﻭَﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻣَﻦْ ﻧَﻬَﺮَ ﺳَﺎﺋِﻼً ﻧَﻬَﺮَﺗْﻪُ ﺍﻟﻤﻼﺋِﻜَﺔُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ 


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa yang membentak peminta (pengemis) maka kelak di hari kiamat dibentak oleh malaikat”.

ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻣَﻬْﺮُ ﺍﻟﺤُﻮﺭِ ﺍﻟﻌِﻴﻦِ ﻗَﺒْﻀَﺔُ ﺍﻟﺘَّﻤْﺮِ ﻭَﻓَﻠْﻖُ ﺍﻟﺨُﺒْﺰِ 

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Mas kawin bidadari itu segenggam kurma dan sepotong roti”.


ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻣَﺎ ﻧَﻘَﺺَ ﻣَﺎﻝٌ ﻣِﻦْ ﺻَﺪَﻗَﺔٍ 

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidaklah berkurang suatu harta karena sedekah”.


DAFTAR PUSTAKA 

Departemen Agama RI, Al-Qur'an Perkata tajwid warna dan terjemahnya, PT. Surya prisma sinergi, Jakarta, 2012



Syekh Jalaludin kamaludin As-suyuthi, Lubabul hadits.


Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim. Cetakan pertama, tahun 1433 H. Yahya bin Syarh An-Nawawi. Penerbit Dar Ibnu Hazm.


Fath Al-Bari bi Syarh Shahih Al-Bukhari. Cetakan keempat, tahun 1432 H. Ibnu Hajar Al-Asqalani. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.


Minhah Al-‘Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan ketiga, tahun 1431 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi

Lebih baru Lebih lama